| |
| |
KRC MEMBER (Bu Selvi)
|
MEMBER KANISIUSMEDIA (Bu Budi Murni)
|
|
| |
| Jumlah Pengunjung : 39527 |
|
|
Detail Produk
|
|
Judul |
LUBANG HITAM KEBUDAYAAN |
| Pengarang |
Hikmat Budiman |
| Kategori |
Humaniora |
| Tanggal Terbit |
29-11-2001 |
| ISBN |
978-979-672-896-1 |
| Harga |
Rp. 55.000,-
|
| Ukuran |
148x210 |
| Halaman |
310 |
Sinopsis:
Dari hari ke hari, semakin sempit ruang dan kesadaran kita yang tidak bisa dijangkau oleh media dan budaya massa. Budaya dan media massa telah membentuk sebuah lubang hitam yang menghisap siapa pun ke dalamnya, tanpa pernah bisa keluar. Situasi ini direspon secara positif oleh penulis dengan secara kritis menganalisis relasi pertumbuhan pesat industri media massa dan resepsi besar-besaran masyarakat atas produk-produk budaya massa |
|
| Komentar |
|
Ada 3 Komentar
untuk :
LUBANG HITAM KEBUDAYAAN |
 |
Komentar Muhyi al-Din,
on 13-02-2002, 02:41:19
Cukup menarik menyimak bagaimana Hikmat menggelar perdebatan seputar budaya massa atau budaya populer. dari situ terlihat bagaimana tertinggalnya kita dari pemikir Barat.Namun cukup disayangkan, ketika Hikmat mau keluar dari analisis kelas atau sejenisnya ketika membedah budaya massa atau populer, dia juga terjebak di dalamnya. analisis kelas memang membantu tetapi banyak hal yang tak bisa disempitkan dalam kelas. estetika bisa menjadi salah satu variabel.namun lepas dari itu, buku ini cukup bagus untuk merangsang penelitian-penelitian selanjutnya. bagaimanapun lubang hitam kebudayaan telah menyedot orang tanpa ampun. namun bukan itu saja, sebagai lubang hitam, kebudayaan tetaplah sebuah misteri, sebuah rimba definisi. itu saja.
|
 |
Komentar Saiful Arif,
on 03-03-2002, 06:29:12
Saya memosisikan diri sebagai "penikmat" gaya tulisan Budiman itu saja. Lebih dari itu, barangkali saya tidak cukup apresiet atas perdebatan yang, misalnya ketika Budiman mengritik dg malu-malu gaya tulisan IS Ibrahim yang bombastis, kacau dan monologis. Bahkan pada umumnya gaya bahasa yang dikonstruksi si Budiman juga tak lebih dari apa yang dirancang IS Ibrahim. Jadi, sama-sama "bombasme".Tapi sebagai intelektual muda, segala apa yang ia cita-citakan sebagaimana yang nampak dari ragam tulisannya, mulai dari Pembunuhan Yang Selalu Gagal, Etika Burung Hantu dst, adalah sebuah kekayaan yang tak terduga bagi kaum muda khususnya, dan bangsa Indonesia umumnya.Oh, ya kalau mas Budiman baca e-mail ini, bisa bales ke mail ku nggak?Thanks.
|
 |
Komentar fx widyatmoko,
on 10-04-2002, 02:06:38
Lubang hitam kebudayaan tidak memberikan suatu penyelesaian yang tuntas mengenai persoalan yang dipaparkan yaitu kebudayaan (terutama kebudayaan massa, populer). Buku ini merangsang pembaca untuk selalu bersikap kritis (mempertanyakan) perihal kebudayaan. Jika pembaca memerlukan sebuah pegangan mengenai kebenaran dari buku ini mungkin tidak mudah untuk menemukannya. Setidaknya sikap kritis yang selalu mempertanyakan itulah yang dapat dijadikan salah satu pijakan dalam menilai serta memahami persoalan-persoalan disekitar kebudayaan. Sebuah sudut pandang baru untuk saat ini. Untuk penulis ada baiknya buku ini dilengkapi dengan pandangan estetika (seperti pada komentar lain). Wassalam.
|
 |
| |
| Isi Komentar |
 |
|
|