Kalo Anda tidak mengenal Franklin, mungkin sebaiknya tidak mengaku pada mereka ini. Mereka bisa terheran-heran dan bertanya, haaaa???!!!  Gak kenal Franklin???!!! Wajar sih, karena bagi mereka, Franklin sudah menjadi sahabat. Keberadaan kura-kura hijau kecil ini sudah mewarnai hari-hari mereka. Dan lihatlah, bagaimana reaksi mereka ketika Franklin hadir di arena Pesta Buku Jogja 2012, Stand Penerbit-Percetakan Kanisius No 38-39, di Balai Shinta, Mandala Bhakti Wanitatama (1-7 Februari 2012), dalam beberapa foto berikut ini.











 

Lintang yang masih Pra TK mengekspresikan rasa sayangnya pada Franklin dengan memeluk dan mengajak bercanda. Bayangkan saja, tiba-tiba dia memasukkan tangannya ke mulut Franklin dan teriak, tanganku digigit he3 sempat bikin kaget mendengarnya. Kemudian, dia mengambil beberapa buku anak, termasuk buku Franklin dan bilang, “Franklin, ini dimakan ya.”





 

Anak-anak mencintai Franklin. Benarkah hanya anak-anak? Ternyata tidak. Namanya Icha. Gadis cantik berusia dua puluhan yang saat ini bekerja sebagai freelancer di sebuah bank ternama, menceritakan persahabatannya bersama Franklin dengan mata berbinar-binar. Hei, sejak kapan mulai mengenal Franklin, Icha? Sudah empat tahunan, pertama kali melihat dalam sebuah siaran tv. Setelah itu mulai mengoleksi buku ceritanya. Mengapa suka Franklin? Dengan ekspresi wajah yang heran (mungkin dia berpikir, masak begitu saja masih ditanyakan) dia menjawab sambil menunjukkan buku dengan cover wajah Franklin, lihat dia cakep kan, wajahnya manis. Baiklah Icha, kami percaya kamu memang benar-benar menyukai sosok Franklin, apalagi kamu masih menambahkan bahwa Franklin itu baik hati, pemberani, dan suka menolong teman. Itu semua membuat Icha semakin sayaaaaaaang sama Franklin. Sambil malu-malu, Icha juga cerita kalau pernah suatu ketika dia membolos dari pekerjaannya karena ada tayangan Franklin di tv yang berbenturan dengan jam kerjanya. Ssssst kalo yang ini jangan diulang ya he3.





 

Waaaaaaah Franklin terluka! Ternyata ada beberapa bagian lengan yang perlu dijahit. Supaya Franklin bisa tetap nyaman bermain dengan sahabat-sahabat yang berkunjung ke Pesta Buku Jogja, maka kami pun berusaha “menyembuhkan” luka Franklin. “dr” Ayoen menyelamatkan Franklin dengan peralatan gunting, jarum , dan benang. Ada seorang anak diantar bapak dan ibunya mendekat ke arah Franklin, dan bilang begini, Franklin sakit ya? Ibunya sambil tersenyum berkata, iya tuh sedang dijahit lengannya, tapi pasti Franklin tidak merasa sakit karena dokternya cantik. Akhirnya, tidak sampai setengah jam, luka pun tertutup dan Franklin siap bermain lagi. Terima kasih “bu dokter”!









 

























He3 ... setelah puas bermain bersama para pengunjung Pesta Buku Jogja 2012, Franklin merasa capek juga, tapi tentu saja dia merasa senaaaaang sekali. Terima kasih atas kunjungan semua sahabat Franklin ke stand kami ya.
Sampai bertemu lagi ...

 

 

*east