nina bobo, oh, nina bobo
kalau tidak bobo, digigit nyamuk
bobo-lah, bobo, adikku sayang
kalau tidak bobo, digigit nyamuk …“

 

 

Lagu di atas duluuuu saat masa kecil pernah didendangkan para ibu sambil menemani putra putri mereka tidur. Sekarang? Barangkali lebih banyak yang sudah tidak melakukannya. Tapi rasanya masih banyak yang mengingatnya. Anda juga? Lagu Nina Bobo bisa dikatakan sebagai nyanyian untuk menidurkan anak. Tiap kebudayaan punya nyanyian nina bobo yang berbeda-beda. Orang Italia menyebutnya “Nana Bobò“, orang Portugis menyebutnya “Dorme bébé“, orang Turki menyebutnya “Dandini Dandini Dastana“, dan seterusnya.

 

Namun bukan hanya lagu yang bisa menjadi pengantar tidur bagi anak, dongeng juga. Dari mulai dongeng Si Kancil yang dari dulu nyurinya timun melulu J … sampai ke berbagai dongeng yang ditawarkan melalui bermacam-macam judul buku. Orangtua semakin dimudahkan untuk memilih dongeng mana yang tepat untuk dikisahkan kepada putra putrinya sebagai pengantar tidur mereka.

 

Stella Ernes secara khusus menuliskan 3 judul buku  Kisah Pengantar Tidur : Nahuel Si Pemungut Bintang, Nenek Mipo Sang Perajut Mimpi, dan Badai Negeri Kapuk. Dalam setiap judul buku terdapat berbagai Kisah Pengantar Tidur. Apa sih perlunya dongeng-dongeng seperti ini bagi anak? Dongeng yang dibawakan dalam suasana menjelang tidur memberikan suasana yang berbeda.  Setelah menjalani berbagai aktivitas seharian, malam menjelang beristirahat, suasana tenang, santai, damai tentulah yang diharapkan. Dalam situasi seperti itulah dongeng dihadirkan untuk anak. Keintiman orang tua dan anak pun terbangun di sana dengan mengisi waktu bersama-sama. Dongeng memberikan hiburan, membawa anak berimajinasi, menumbuhkan minat baca, menerima pesan moral dengan lebih gampang, dan membangun relasi yang lebih erat dan hangat dalam keluarga. Bagi orang tua, selain hal-hal tadi, juga bisa memicu daya kreatifitas dan membuka wawasan lebih luas.

 

Kisah Pengantar Tidur Stella Ernes ditampilkan dengan ilustrasi gambar yang menarik. Vibry, seorang ibu dengan satu putri, bahkan menceritakan bahwa anaknya yang belum genap satu tahun dan belum bisa memahami ceritanya pun, bisa dengan jelas menunjukkan ketertarikannya pada buku-buku tersebut, lebih dari buku yang lain. “Selain ceritanya bagus, gambarnya memang menarik untuk anak-anak,“ katanya. Keberadaan ilustrasi dalam buku Stella Ernes memang sungguh diperhatikan dengan memperhitungkan kemampuan anak mengapresiasinya. Menurut Yayat Sudaryat dari Desain Komunikasi Visual Sekolah Tinggi Seni Rupa Dan Desain Indonesia Telkom, Gambar ilustrasi pada buku cerita yang sering mereka lihat dapat memancing imajinasi mereka, dengan tuntutan positif ke arah yang kreatif. Kreativitas ini melatih seorang anak untuk mengungkapkan imajinasi dari gambar ilustrasi yang pernah mereka lihat dalam bentuk menggambar dan bercerita, selain itu seorang anak akan dilatih berfikir menggunakan bahasanya sendiri untuk mengartikan gambar yang dilihatnya.”

 

Maka, mama-papa … papi-mami … bapak-ibu … ayah-bunda … mari tempatkan waktu menjelang tidur untuk aktivitas yang tetap berkualitas bagi putra putri tercinta.

 

 

*east

 

 

Lullaby and good night, with roses bedight
With lilies o’er spread is baby’s wee bed
Lay thee down now and rest, may thy slumber be blessed
Lay thee down now and rest, may thy slumber be blessed

Lullaby and good night, thy mother’s delight
Bright angels beside my darling abide
They will guard thee at rest, thou shalt wake on my breast
They will guard thee at rest, thou shalt wake on my breast