Apa yang berbeda dari Inspirasi Batin 2012 ini dibandingkan dengan yang sebelumnya? Ada yang khusus dihadirkan dalam edisi ini, “Tahukah Anda?” yang memberikan informasi (semacam katekese) singkat mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan Gereja. Tentunya dengan semakin mengenal kehidupan Gereja, diharapkan kita bisa semakin dikuatkan dalam kehidupan keimanan.
Sedangka berkaitan dengan sajian utamanya, inilah yang istimewa.
Pagi-pagi di hari pertama dalam tahun baru, Mgr. I. Suharyo, Uskup Agung Jakarta, dalam tulisan renungannya di “Inspirasi Batin” (Kanisius: 2012), mengajak para pembacanya untuk merenungkan kembali makna sapaan “Berkah Dalem”, rumusan kata yang kita ucapkan ketika kita umat kristiani bertemu satu sama lain. Bapa Uskup mengajak kita untuk menjadi berkat satu terhadap yang lain, seperti para gembala yang mengunjungi Yesus di Betlehem, menjumpai bayi Yesus, Bunda Maria dan Bapa Yosef, dan menjadi berkat bagi keluarga Nazareth. Bapa Uskup menulis bahwa salah satu makna menjadi berkat bagi orang lain adalah berbicara tentang apa yang baik dari orang lain. Selain itu, berbicara dengan memilih kata-kata yang baik, yang membawa damai, yang mempersatukan dalam pergaulan sehari-hari.
Sementara itu, pada hari kedua di tahun yang baru itu, Romo E. Martasudjita, Pr., pakar Liturgi, lulusan Universitas Insburg Austria, dan dosen di Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ini, mengingatkan para pembaca untuk berani mengubah diri dari senang dengan keributan, menjadi senang dengan keheningan. Koordinator dan penulis renungan di Inspirasi Batin ini, mengajak pembaca untuk berani meluangkan waktu untuk hening dan berdoa, supaya kita dapat selalu tinggal dalam Tuhan, seperti diteladankan oleh Santo Basilius Agung dan Santo Gregorius dari Nazianze, yang pestanya kita rayakan pada hari ini.
Menyusul renungan Romo Gusti Bagus Kusumawanta, pada hari ketiga di tahun baru, mengajak para pembaca untuk merenungkan kembali apa artinya kita menjadi anak Allah. Karena dibaptis, kita menjadi anak Allah. Menjadi anak Allah berarti memancarkan predikat Anak Allah dengan melakukan perbuatan baik. Sementara Romo Paul Suparno SJ menuntut kita semua untuk datang mengenal Yesus dengan mata kepala kita sendiri. Dengan melihat sendiri, iman kita dibangun pada dasar yang kokoh. Kita diajak untuk mengenal Yesus dengan mendalami Kitab Suci, mengenal sabda-Nya, lewat doa pribadi kepada-Nya, lewat melihat orang-orang yang hidup dalam semangat-Nya, dan dengan demikian kita semakin dikuatkan dalam beriman kepada Yesus. Di renungan hari keempat, Romo Surip Stanislaus, OFMCap, yang adalah Ketua Lembaga Biblika Indonesia, mengajak pembaca untuk menyambut Yesus dan mempercayai-Nya.
Sungguh luar biasa, kita mendapat kesempatan untuk membaca Kitab Suci dan mencerna renungan harian yang dikemas menarik dalam buku “Inspirasi Batin” (2012) terbitan Penerbit Kanisius ini. Kita diajak oleh para pemimpin Gereja untuk menikmati Sabda Tuhan, mengolahnya dalam permenungan pribadi, sehingga kita semakin mengenal Yesus, semakin mempunyai relasi dekat dengan-Nya, semakin mencintai dan melayani Dia melalui kata, sikap, dan perbuatan-perbuatan baik kita.
Begitulah hidup kita diresapi oleh Sabda Tuhan. Sabda Tuhan menyemangati dan merasuki aktivitas keseharian kita, dalam sedih dan gembira, dalam keputusasaan dan pengharapan, serta dalam keluhan dan pujian. Itulah spiritualitas hidup kristiani. Itulah sumber inspirasi yang membuat hidup kita makin selaras dengan kehendak Tuhan. Dan di situlah buku Inspirasi Batin berperan dalam membantu kita mendalami spiritualitas kristiani ini.
Di dalam sampul belakang buku Inspirasi Batin 2012 Jilid 1 ini, kita bisa menyimak apa kata mereka yang sudah menggunakannya selama ini :
*Inspirasi Batin sangat luar biasa … sangat membantu saya dalam memberikan tuntunan dalam pelayanan kepada saudara-saudara seiman di lingkungan dengan bermacam karakter dan latar belakang, baik etnis, suku, tingkat pendidikan maupun status social. Provisiat!
(Y. Mujiyana, Balikpapan)
*Dengan membaca Inspirasi Batin, selain bermanfaat bagi saya, yaitu membuat saya tegar dalam menghadapi kesusahan, juga bermanfaat secara tidak langsung bagi orang-orang di sekitar saya yang tidak membaca Inspirasi Batin, sebab Inspirasi Batin mewartakan Injil kepada mereka dengan saya sebagai contoh hidupnya. Efek domino yang sungguh luar biasa!
(Iwan Gunawan Gomasjaya – Makassar)
*Dengan Inspirasi Batin, saya sangat terbantu dalam tugas pelayanan saya sebagai pastor paroki daerah pedalaman di Manggarai. Proficiat untuk Inspirasi Batin. Sukses selalu.
(Pastor Ferdy Panggur, Paroki Pacar, Ruteng)
*Saya merasa amat tertolong untuk menghayati Firman Tuhan dalam Kitab Suci karena renungan yang disajikan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dalam keluarga/masyarakat.
(Christina Hartati Alex Maryono – Bogor)
*Inspirasi Batin membantu saya untuk bangkit kembali: meneruskan karya saya di TK/SD Dwisakti, membina murid-murid dengan sabar dan gembira. Inspirasi Batin sungguh berperan dalam mengubah dan membarui hidup saya. Saya berani pasrah kepada Tuhan. Kepasrahan kepada Tuhan adalah penting, tetapi sangat berat bagi orang zaman sekarang.
(Mariana – Bandung)
Sedangkan yang bertindak sebagai kontributor dalam buku Inspirasi Batin 2012 Jilid 1 ini : E. Martasudjita, Pr.; Mgr. I. Suharyo; Mgr. Al. Sutrisnaatmaka; Mgr. FX. Hadisumarto; Mgr. Y. Harjosusanto; J. Kristanto Suratman, Pr.; FX. Sukendar WS, Pr.; Gusti Bagus Kusumawanta, Pr.; Paul Suparno, SJ; Stanislaus Surip, OFMCap.; Ag. Eko Widiatmono, Pr.; Leonard van Beurden, OSC; MB. Sheko Swandi Marlindo, Pr.; Salvatore Sabato, OFM; Albertus Sujoko, MSC; H. Sigit Pawanto, SVD; Alex Suwandi, Pr.; Paulus Dwintarto, CM; Ag. Setyoaji Putro Sesulih, SCJ; Y. Slamet Witokaryono, Pr.
Selamat membaca dan menjadikan Inspirasi Batin sebuah renungan sepanjang tahun.
(T. Adi Susila)




Usia-Usia Penuh Kejutan
Aku Sayang Mama, I Love My Mommy
Allah Menyembuhkan
INSPIRASI BATIN 2011 JILID 2: Renungan SepanjangTahun 