“Semua orang tahu, bahwa di antara semua kitab, juga yang termasuk Perjanjian Baru, Injillah yang sewajarnya menduduki tempat istimewa. Sebab Injil merupakan kesaksian utama tentang hidup dan ajaran Sabda yang menjadi daging, Penyelamat kita” (Dei Verbum 18). Karena itulah, setiap hari sepanjang tahun Injil dibacakan dalam Perayaan Ekaristi. Setiap pengikut Kristus selayaknya membaca Injil untuk berjumpa dengan Dia yang diikutinya. Di dalam keempat kitab itu kita dapat melihat apa yang dilakukan oleh Yesus dan mendengarkan apa yang difirmankan-Nya. Dengan rajin membaca dan merenungkannya, kita akan semakin mengenal Kristus.   

Dari antara keempat Injil yang ada dalam Perjanjian Baru, Injil Markus adalah yang paling pendek. Bisa juga dikatakan bahwa Injil ini adalah yang paling mudah dibaca dan dipahami karena sebagian besar isinya berupa cerita. Buku MARKUS, Injil Yesus Kristus – Anak Allah, yang ditulis oleh Y.M. Seto Marsunu ini, dimaksudkan untuk memberikan penjelasan yang diperlukan untuk memahami Injil Markus. Di dalamnya setiap perikop disampaikan kembali dan diberi penjelasan seperlunya. Harapannya, buku ini dapat membantu para pembaca untuk lebih memahami Injil Markus. Dengan demikian, pembaca juga terbantu untuk lebih jelas mendengarkan Firman Allah yang telah disampaikan-Nya melalui Yesus Kristus, Putra-Nya.


Daftar Isi buku MARKUS, Injil Yesus Kristus – Anak Allah

Kata Pengantar
Daftar Isi

1. PENDAHULUAN
1.1. Penulis
1.2. Pembaca
1.3. Tujuan Penulisan
1.4. Gaya Cerita
1.5. Struktur

2. PROLOG (1:1-13)
2.1. Yohanes Pembaptis (1:1-8)
2.2. Dibaptis Oleh Yohanes (1:9-11)
2.3. Dicobai Di Padang Gurun (1:12-13)

3. AWAL KARYA DI GALILEA (1:14-3:6)
3.1. Tampil Di Galilea (1:14-15)
3.2. Para Murid Pertama (1:16-20)
3.3. Di Rumah Ibadat Kapernaum (1:21-28)
3.4. Menyembuhkan Ibu Mertua Petrus (1:29-34)
3.5. Mengajar Di Kota-kota Lain (1:35-39)
3.6. Menyembuhkan Orang Kusta (1:40-45)
3.7. Menyembuhkan Orang Lumpuh (2:1-12)
3.8. Lewi, Pemungut Cukai (2:13-17)
3.9. Hal Berpuasa (2:18-22)
3.10. Memetik Gandum Pada Hari Sabat (2:23-28)
3.11. Penyembuhan Pada Hari Sabat (3:1-6)

4. PUNCAK KARYA DI GALILEA (3:7-6:13)
4.1. Menyembuhkan Banyak Orang (3:7-12)
4.2. Memanggil Ke-12 Rasul (3:13-19)
4.3. Yesus Dan Beelzebul (3:20-30)
4.4. Yesus Dan Sanak Saudara-Nya (3:31-35)
4.5. Perumpamaan Tentang Penabur (4:1-20)
4.6. Perumpamaan Tentang Pelita Dan Ukuran (4:21-25)
4.7. Perumpamaan Tentang Benih (4:26-29)
4.8. Perumpamaan Tentang Biji Sesawi (4:30-34)
4.9. Meredakan Angin Ribut (4:35-41)
4.10. Mengusir Roh Jahat Dari Orang Gerasa (5:1-20)
4.11. Anak Yairus Dan Penderita Pendarahan (5:21-43)
4.12. Ditolak Di Nazaret (6:1-6a)
4.13. Mengutus Ke-12 Rasul (6:6b-13)

5. KARYA DI SEKITAR GALILEA (6:14-8:30)
5.1. Yohanes Pembaptis Dibunuh (6:14-29)
5.2. Memberi Makan 5000 Orang (6:30-44)
5.3. Berjalan Di Atas Air (6:45-52)
5.4. Penyembuhan Di Genesaret (6:53-56)
5.5. Perintah Allah Dan Adat Yahudi (7:1-23)
5.6. Perempuan Siro - Fenisia (7:24-30)
5.7. Menyembuhkan Orang Tuli (7:31-37)
5.8. Memberi Makan 4000 Orang (8:1-10)
5.9. Orang Farisi Meminta Tanda (8:11-13)
5.10. Ragi Farisi Dan Ragi Herodes (8:14-21)
5.11. Menyembuhkan Orang Buta Di Betsaida (8:22-26)
5.12. Pengakuan Petrus (8:27-30)

6. KAISAREA FILIPI-YERUSALEM (8:31-10:52)
6.1. Pemberitahuan I Tentang Penderitaan (8:31-33)
6.2. Syarat Mengikuti Yesus (8:34-9:1)
6.3. Dimuliakan Di Atas Gunung (9:2-13)
6.4. Mengusir Roh Dari Anak Bisu (9:14-29)
6.5. Pemberitahuan II Tentang Penderitaan (9:30-32)
6.6. Siapa Yang Terbesar (9:33-37)
6.7. Bukan Murid, Tetapi Mengusir Setan (9:38-41)
6.8. Penyesatan - Tentang Garam (9:42-50)
6.9. Perceraian (10:1-12)
6.10. Memberkati Anak-anak (10:13-16)
6.11. Orang Kaya Dan Kerajaan Allah (10:17-27)
6.12. Upah Mengikuti Yesus (10:28-31)
6.13. Pemberitahuan III Tentang Penderitaan (10:32-34)
6.14. Permintaan Yakobus Dan Yohanes (10:35-45)
6.15. Menyebuhkan Bartimeus (10:46-52)

7. KARYA DI YERUSALEM (11:1-13:37)
7.1. Dielu-elukan Di Yerusalem (11:1-11)
7.2. Mengutuk Pohon Ara (11:12-14)
7.3. Menyucikan Bait Allah (11:15-19)
7.4. Pohon Ara Sudah Kering (11:20-26)
7.5. Pertanyaan Mengenai Kuasa Yesus (11:27-33)
7.6. Para Penggarap Kebun Anggur (12:1-12)
7.7. Pajak Kepada Kaisar (12:13-17)
7.8. Tentang Kebangkitan (12:18-27)
7.9. Hukum Yang Terutama (12:28-34)
7.10. Hubungan Antara Yesus Dan Daud (12:35-37)
7.11. Hati-hati Terhadap Para Ahli Taurat (12:38-40)
7.12. Persembahan Janda Miskin (12:41-44)
7.13. Bait Allah Akan Diruntuhkan (13:1-2)
7.14. Permulaan Penderitaan (13:3-13)
7.15. Siksaan Berat Dan Mesias Palsu (13:14-23)
7.16. Kedatangan Anak Manusia (13:24-32)
7.17. Nasihat Untuk Berjaga-jaga (13:33-37)

8. SENGSARA DAN KEMATIAN (14:1-15:47)
8.1. Rencana Untuk Membunuh Yesus (14:1-2)
8.2. Yesus Diurapi (14:3-9)
8.3. Pengkhianatan Yudas (14:10-11)
8.4. Perjamuan Paskah (14:12-21)
8.5. Penetapan Perjamuan Malam (14:22-25)
8.6. Petrus Akan Menyangkal Yesus (14:26-31)
8.7. Di Taman Getsemani (14:32-42)
8.8. Ditangkap (14:43-52)
8.9. Di Hadapan Mahkamah Agama (14:53-65)
8.10. Petrus Menyangkal Yesus (14:66-72)
8.11. Di Hadapan Pilatus (15:1-15)
8.12. Diolok-olok (15:16-20a)
8.13. Disalib (15:20b-32)
8.14. Mati Di Kayu Salib (15:33-41)
8.15. Dikuburkan (15:42-47)

9. EPILOG 279
9.1. Kebangkitan (16:1-8)
9.2. Penampakan, Pengutusan, Kenaikan (16:9-20)

DAFTAR PUSTAKA 285



Buku-buku sejenis yang terbit sebelumnya :

Tafsir Injil Markus, Stefan Leks, 2003
Panduan bagi pemerhati Kitab Suci untuk lebih memahami dan mendalami berbagai persoalan yang dijumpai dalam menafsirkan perikopa-perikopa dalam Injil Sinoptik. Paket Tarsir Injil Matius, Markus, Lukas ini disiapkan oleh pakarnya dengan bahasa sederhana, sehingga tidak hanya orang-orang yang khusus mempelajari Kitab Suci, tetapi juga awam atau pemuka jemaat yang sederhana dapat memahaminya.

Markus, Engkau adalah Mesias, Eko Riyadi, 2011
Seri buku tafsir Injil ini disusun dengan menggunakan bahasa yang lebih mudah ditangkap oleh pembaca. Penulis mencoba menguraikannya dengan menggunakan metode historis-kritis dan narasi. Pertama-tama selalu diuraikan tentang situasi historis kisah. Selanjutnya, Injil dianalisa sesuai dengan strukturnya. Uraian setiap perikop lebih mengajak pembaca untuk masuk dalam kisah. Dengan demikian, makna yang terkandung dalam setiap perikop dengan mudah dapat sampai kepada pembaca. Buku ini merupakan buku tafsir yang sangat mudah dipahami oleh mereka yang gemar dengan Kitab Suci dan mencoba untuk mencari tahu makna di dalamnya. Buku ini tidak hanya dapat digunakan oleh mereka yang berjubah (imam, bruder, suster), tetapi juga para awam.