Seribu dua ratus anak ditemani oleh para orang tua dan guru mereka menyemarakkan halaman hijau Taman Komunikasi Kanisius pada hari Sabtu, 29 September 2012, pukul 07.00-12.00 WIB. Mereka mengikuti acara Katekese Anak Bulan Kitab Suci 2012. Acara ini merupakan kerjasama antara Penerbit Kanisius dengan Badan Koordinasi Sekolah Yayasan Katolik se Kevikepan DIY. Sementara anak-anak asyik meleburkan diri dalam acara di halaman, para orang tua, guru, dan pengurus sekolah mengikuti acara di Ruang Kepodang. Psikolog dan dosen dari Universitas Sanata Dharma, Dr. Tjipto Susana, M.Psi., Psi., dihadirkan untuk menjadi narasumber Bincang-bincang tentang Pendidikan Karakter. Moderator, Eas Trisiwi. Adapun referensi yang digunakan adalah buku baru Pendidikan Karakter Utuh dan Menyeluruh (penulis Doni Koesoema A.).

Liputan dalam bentuk rangkaian gambar bisa disaksikan berikut ini.


Katekese Anak







Bincang-bincang tentang Pendidikan Karakter



Peristiwa tawuran antar pelajar yang menghilangkan nyawa beberapa pelajar yang terjadi belum lama ini, menjadi pembuka perbincangan. Ada pihak yang saling menuding siapa yang paling bertanggungjawab sehingga kekerasan demi kekerasan tidak juga bisa dikendalikan. Sebenarnya yang lebih penting adalah kesadaran dari semua pihak untuk mengambil peran masing-masing dan menjalankan peran sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Mengapa materi pendidikan karakter perlu diajarkan? Bagaimana sekolah harus menyampaikan materi tersebut dalam proses belajar-mengajar? Bagaimana juga peran orang tua dan masyarakat dalam pembentukan karakter anak? Inilah yang antara lain dijadikan sebagai materi perbincangan. Dalam tanya jawab muncul kekuatiran dari salah satu orang tua yang menyadari bahwa perilaku negatif dari orang tua bisa dicontoh oleh anaknya, namun meskipun demikian kadang tidak mudah mengontrol emosi dari mereka sendiri di saat menghadapi anak yang "ngeyel", sehingga yang muncul adalah kemarahan. Sama seperti anak yang menurut Dr. Tjipto Susana, M.Psi., Psi. perlu mendapatkan pendidikan karakter agar anak mampu menemukan value atau nilai dalam setiap tindakannya, maka orang tua dalam menghadapi situasi demikian perlu untuk mencermati apa yang menjadi penyebab dari tindakan marahnya.





Dr. Tjipto Susana, M.Psi., Psi., mengatakan bahwa acara yang diselenggarakan oleh Penerbit-Percetakan Kanisius di halaman dan di Kepodang dalam rangka BKS ini sangat tepat apabila dikaitkan dengan tema talkshow tentang pendidikan karakter. Di rumah, orang tua (dan anggota keluarga lainnya) menjadi contoh bagi anak agar dapat memiliki karakter yang baik. Demikian juga di sekolah, semua pihak yang berada di sekolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam turut mendukung pembangunan karakter bagi anak. Semua pihak memang harus benar-benar terlibat, namun orang tua lah yang memiliki bagian terbesar dari porsi keterlibatan ini. Berkaitan dengan hal itu, dalam pelaksanaan kegiatan ini, kami melihat bagaimana orang tua memang benar-benar memberikan dukungan bagi putra putri mereka, menyediakan waktu dan berproses bersama mereka. Perhatikan gambar-gambar di bawah ini, Me and My Parents!




































*eas_t (photo by east.pics)