Anda percaya pada paranormal?

Apabila yang berada di depan Anda adalah seseorang dengan kemampuan semacam ini :

- mampu menyembuhkan orang

- bisa melihat masa depan orang

- dapat melihat sosok yang dianggap suci/kudus

dll.

Apa sebutan Anda untuk dia, seseorang yang memiliki kuasa Roh Kudus atau kuasa Paranormal?

 

Buku baru Teologi Populer : Kuasa Roh Kudus atau Kuasa Paranormal?  yang ditulis oleh Rm. Roni Nurharyanto, SJ., semoga bisa menjadi pencerahan yang juga baru bagi Anda.

 

Di dalam daftar isinya bisa kita lihat informasi dan pembahasan materi yang bisa kita dalami :

 

1.      Pengalaman Mengundang Tanya : Pengalaman Menyembuhkan dan Reaksi Orang Kerasukan

2.      Ceruk Refleksi : Usaha Menemukan Jawab atas Mereka yang “Kerasukan”

3.      Kuasa Paranormal :  Macam-macam Bentuk Gejala Paranormal

4.      Kuasa Roh Kudus : Macam-macam Karunia dalam Kelompok Doa Karismatik

5.      Antara Dua Kuasa : Kemiripan Gejala Paranormal dan Karunia-karunia dalam Kelompok Doa Karismatik

6.      Wasalam : Tips Membedakan Kuasa Roh Kudus dan Kuasa Lain

 

Di dalam siaran program rohani radio Minggu Kasih Pro2, yang disiarkan Pro2 RRI Yogyakarta pada tanggal 6 Mei 2012, Rm. Roni menjelaskan bahwa kuasa Roh Kudus dan kuasa Paranormal, dua-duanya memang ada. Namun tidak sederhana untuk menjelaskannya. Kuasa Roh Kudus dikaitkan dengan arah iman pada Yesus, pada Allah Tritunggal, yang bagi umat Katolik semakin mendorong orang untuk  semakin tekun mendalami Kitab Suci dan ajaran Gereja. Dan buahnya membuat mereka siap dan rela berjuang untuk menolong orang lain.


 

“… janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu …!” (1 Yoh 4:1a)

 

“… sebab iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang!” (2 Kor 11:14)

 

 

Buku Kuasa Roh Kudus atau Kuasa Paranormal? ini ditulis berdasarkan pengalaman, pengamatan, dan refleksi penuh doa.

 

Ingin memilikinya? Silakan belanja online di www.kanisiusmedia.com

 

Cover IV Kuasa Roh Kudus atau Kuasa Paranormal?

Pendoa yang sejati  adalah pendoa yang mampu merasakan persatuan dan kehadiran Allah yang adalah Cinta. Persatuan dan kehadiran itu dialami, baik dalam doa maupun dalam berbagai kegiatan, peristiwa, dan alam semesta. Pendoa ini akan tergerak untuk terlibat aktif menolong orang lain yang lebih menderita dan mendorong lagi masuk dalam doa. Maka ketika doa membuat orang merasa puas dan merasa suci, karena mendapat berbagai keajaiban: mampu menyembuhkan orang, melihat masa depan orang, melihat Yesus atau Bunda Maria, dst. tetapi membuatmalas untuk melayani orang lain, dengan alasan pelayanan terhadap orang lain hanyalah mengurangi persatuan dengan Allah, haruslah hati-hati apakah dia digerakkan oleh Roh Allah atau oleh roh lain.

 

“… orang saleh yang diberi hiburan semacam itu, dengan sangat waspada dan hati-hati haruslah menyelidiki serta membedakan antara saat berlangsungnya hiburan itu sendiri dan saat berikutnya, pada waktu jiwa masih menyala dan gairah berkat anugerah-anugerah dan bekas-bekas dari hiburan yang telah lewat. Sebab, kerapkali dalam saat yang kedua itu, karena mulai memikir sendiri dengan berpangkal hubungan serta konsekuensi-konsekuensi pikiran atau pendapatnya entah karena pengaruh roh baik, entah karena pengaruh roh jahat, orang membuat macam-macam niat dan putusan, yang tidak langsung diberikan oleh Allah Tuhan sendiri. Dari sebab itu, perlulah diselidiki dengan sangat hati-hati sebelum dipercaya sepenuhnya dan dilaksanakan dengan tindakan.”

 

(Latihan Rohani St. Ignatius Loyola No.336)

 

*east