“Kanker tidak untuk ditakuti. Kanker tidak untuk ditangisi. Kanker harus dilawan dengan semangat dan kesabaran”. Itulah antara lain kalimat penyemangat yang sungguh dihidupi oleh Sri Mustokoweni dalam menerima dan menjalani penyakit kanker ganas di payudara kanannya. Kisah lengkapnya dia tuangkan dalam tulisan “Cinta dan Kesetiaan Suamiku Teruji Oleh Kanker” di halaman 85-89 buku Aku Menang Atas Kanker, Berbagi Motivasi dan Inspirasi dalam Mengatasi Penyakit Kanker. Ada banyak pengalaman yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri tentang mereka yang menderita penyakit kanker, mulai bagaimana proses penerimaan atas penyakitnya, pengobatan demi pengobatan yang harus dengan tekun dan teguh dijalani, sampai relasi dengan orang-orang di sekitarnya yang bisa menjadi dukungan yang sungguh berharga bagi mereka.

 

Hidup akan bermakna jika kita masih dapat berkarya dan dapat menjadi berkat bagi orang lain. Ini telah dibuktikan oleh karya-karya tulis yang indah dalam buku ini, yang dengan tulus dan lugas menyajikan kisah yang dialami penulis dalam menghadapi penyakit kankernya. Buku ini dapat menumbuhkan serta meningkatkan motivasi dan semangat hidup/semangat juang bagi kehidupan penderita lain. Buku ini juga dapat memberikan gambaran kepada masyarakat agar dapat mengelola hidup dengan pola hidup sehat, melakukan upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan kanker secara tepat.

 

 

Apa kata mereka yang sudah membaca buku ini?

 

Karya dalam buku ini dapat memberikan gambaran kepada masyarakat agar dapat mengelola hidup dengan pola hidup sehat, melakukan upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan kanker secara tepat. (Gusti Kanjeng Ratu Hemas – Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Provinsi DIY)

 

… terimalah dengan tawakal dan syukuri apa pun yang diberikan Tuhan kepada kita. Jalani saja semuanya dengan ikhlas. Jangan menyerah, ikuti nasihat dan petunjuk dokter! (dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH – Menteri Kesehatan)

 

Ketika didiagnosis kanker, banyak orang tidak mengerti bagaimana dan apa yang harus dilakukan. Mungkin karena belum banyak buku tentang pengalaman penderita kanker dan juga karena tidak ada sosialisasi. Dengan adanya buku ini, dia kan bisa baca dan tau apa yang harus dilakukan. (Linda Amalia Sari Gumelar) – Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)

 

Kini aku menjalani hidupku dengan santai, karena bila seorang penderita kanker mempertahankan semangatnya untuk mengalahkan penyakit yang diderita, kemungkinan besar dia akan survive lebih lama dibandingkan dengan orang yang memandang kanker sebagai suratan nasibnya. (Moko Bayumurti – mantan penderita kanker lever)

 

Buku ini ditulis oleh Yayasan Kanker Indonesia Cabang DIY

Yayasan Kanker Indonesia Cabang Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berdiri pada tanggal 21 Desember 1987, melayani permintaan penyuluhan dari masyarakat, instansi, dan organisasi. Fasilitas yang tersedia adalah Biro Konsultasi Kanker dan Pemeriksaan Pap-Smear serta Sasana Marsudi Husada yang merupakan tempat singgah pasien kanker yang berobat ke Rumah Sakit di Yogyakarta beserta keluarga. (Alamat: Sendowo G-1B RT 013 RW 056 Sinduadi Mlati, Sleman 55284; Telp./Fax. (0274) 555394, E-mail: yki_diy@yahoo.com, Website: www.cancerindojogja.net).

 

Bagaimana pengalaman editor yang berproses dengan buku ini?

Ikuti kisah menariknya di sini : Termotivasi untuk Hidup Lebih Sehat.
 

Siapakah yang me-launching buku ini?

Launching bukunya sendiri dilakukan pada tanggal 22 Desember 2011 oleh Sri Sultan HB X dan GKR Hemas. Liputannya bisa dibaca di sini : Launching Buku Aku Menang Atas Kanker



*east