.jpg)
Setelah sukses dengan dua buku sebelumnya, Malaikat-malaikat dalam Kitab Suci dan Perempuan Berselubungkan Matahari, saya gelisah … kira-kira tema apalagi yang bisa diangkat dengan model serupa sementara hidup sang Begawan Kitab Suci sudah diubah.
Omong sana, omong sini, diskusi sana, diskusi sini, ngelamun di sana, ngelamun di sini, akhirnya muncullah gagasan mengangkat tema tentang Iblis … blis … blis …
Tema yang menarik … menggelitik … menyeramkan mungkin … tapi terus terang … saya semakin bersemangat ingin membidani (hahaha laki-laki kok bidan) lahirnya buku Iblis. Dengan penuh semangat, saya mencoba bertanya kepada tuhan Google yang tahu banyak hal … (tapi sampai saat ini Google belum menjadi yang Mahatahu). Ternyata buku-buku tentang iblis memang banyak … Tapi saya yakin seribu yakin bahwa buku Iblis ini bakal menjadi satu-satunya buku yang membahas Iblis dalam Alkitab dengan melihat sejarah perkembangannya disertai ilustrasi menarik.
Tapi masalah pokoknya belum terpecahkan. Siapa yang akan menuliskannya??? Mungkin lebih tepat, siapa yang punya waktu untuk menulis Iblis? Tidak sedikit ahli-ahli Kitab Suci dengan beragam latar belakang pendidikan masing-masing menjadi mitra terbaik kami. Namun, sayang mereka dilanda kesibukan.
Di sela kebingungan dan penuh harap itu, terdengarlah kabar bahwa seorang pastor muda dari Ordo Saudara Dina baru pulang dari studi Kitab Suci di Kota Abadi. Siapa namanya? Begitu tanya saya. Albertus Purnama, OFM … Wow … nama yang tidak asing … itu saudara pernah setahun tinggal bersama.
Bertemulah kami setelah sekian puluh tahun tidak bertemu. Sekadar mengenang masa lalu sejenak untuk kemudian menuju tujuan bersama.
Iblis .. Romo .. Iblis!!! Tulislah buku tentang Iblis … sejarah iblis … siapa dia? Dari mana asalnya? Seperti apa wujudnya? Apa bedanya dengan setan, jin, peri, kuntilanak, pocong, gendaruwa, ilu-ilu, banaspati, wewe, tuyul, sayaJ?
Tak lama berselang … draft kasar tentang Iblis muncul di email saya… lalu kita bertemu, mengenang masa lalu yang tersisa, dan kembali berdiskusi tentang Iblis … akhirnya saya lega… saya berbeda dengan iblis … (wkwkwkwk). “Tapi awas .. kamu (Romo juga to?!) bisa menjadi alat Iblis,” tegas Romo.



“Iblis ada dulu, sekarang dan di masa depan. Iblis adalah sebuah kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri. Selama kejahatan di dunia ini masih merajalela, itu berarti bahwa Iblis masih terus aktif bekerja. Tapi Iblis bukannya tidak terkalahkan. Alkitab telah menunjukkan bahwa Iblis tidak akan pernah mampu mengalahkan Allah sampai selama-lamanya, Sekarang persoalannya bukanlah Allah versus Iblis, tetapi manusia ingin mengikuti siapa di antara keduanya. Apakah manusia tetap percaya dan setia kepada Allah? Atau apakah manusia mengikuti Iblis yang menawarkan godaan yang selalu tampak menarik tetapi berujung kehancuran hidup? Pilihan ada di dalam diri manusia. Tapi, sebagai orang beriman, pilihannya hanyalah satu yaitu Allah dan hendaklah kita tetap sadar dan berjaga-jaga terhadap tipu daya Iblis (bdk. 1 Ptr 5:8-9),” tambahnya di ruang tamu yang sepi menjelang makan siang.
*Satriyo Sinubyo, editor




Usia-Usia Penuh Kejutan
Aku Sayang Mama, I Love My Mommy
Allah Menyembuhkan
INSPIRASI BATIN 2011 JILID 2: Renungan SepanjangTahun 