Rm. F.X. Sugiyana, Pr lahir di Magelang 10 September 1970. Lulus dari Seminari Mertoyudan tahun 1990, lulus dari Seminari Tinggi Kentungan tahun 1997 (S1), 2002 (S2, Teologi Terapan). Ditahbiskan menjadi imam 5 Juli 1999. Awal berkarya di Paroki Purbowardayan Solo tahun 1999-2000, di Paroki Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran Yogyakarta tahun 2002-2007, di Paroki Katedral Semarang tahun 2007-2011, kemudian terakhir bertugas di Pastoran Sanjaya Muntilan. Beliau menjadi Direktur Pastoran Sanjaya Muntilan sejak tahun 2012, Ketua Komisi Kateketik KAS sejak tahun 2010, Sekretaris Dewan Karya Pastoral KAS sejak tahun 2012, Anggota Pengadilan Gereja KAS sejak tahun 2005.
 

Buku-buku karya beliau bersama Penerbit Kanisius.
 

Rm. F.X. Sugiyana, Pr. dalam wawancara "Aktualisasi Hidup Jemaat Perdana di Zaman Modern" program Penyejuk Imani Katolik Indosiar, yang ditayangkan pada hari Minggu, 17 & 25 Agustus 2014, pukul 04.30-05.30 WIB.


 

Apa yang dikatakan Rm. FX. Sugiyana, Pr tentang buku SMS Umat? Simak video berikut ini : SMS Umat.
 

Apa yang dikatakan Rm. FX. Sugiyana, Pr tentang buku Ibadat Peneguhan untuk Orang Sakit? Simak video berikut ini : Ibadat Peneguhan untuk Orang Sakit.
 

Tips Menulis Bagi Kaum Muda dari Rm. FX. Sugiyana, Pr

 

Bagi saya menulis bukan hal yang gampang. Tapi bagi mereka yang seneng, ide-ide itu selalu keluar. Saya hanya merasa bahwa apa yang menjadi pikiran saya itu pengen saya tuangkan di dalam tulisan. Sehingga melalui tulisan itu harapan saya sih saya bisa berpastoral kepada orang lain yang kadang-kadang tidak saya jumpai, tapi mungkin melalui buku mereka mendapat sesuatu, itu yang menjadi motivasi saya.
 

Tapi soal tips menulis,

Pertama, memang semakin orang banyak merefleksikan diri atau semakin banyak melihat sesuatu di luar, semakin punya kepekaan hati, kadang-kadang itu menjadi modal besar bagi orang itu untuk menulis sesuatu. Sehingga memang menulis itu harus memulai dari, ada getaran apa dalam diri saya, sesuatu untuk orang lain. Dan getaran itu ketika kita ikuti akan membantu kita untuk mendorong agar kita wujudkan. Orang yang seneng nulis ya diwujudkan dalam bentuk tulisan, orang yang seneng bertindak ya diwujudkan dalam gerakan-gerakan tertentu, orang yang mungkin hidup rohaninya baik ya dibawa dalam doa, tapi setidak-tidaknya harus dibawa dari rasa itu.
 

Kedua, kecintaan. Memang harus punya kecintaan. Rasa cinta itu akan menjadi dorongan yang bagi saya kok besar ya. Saya tidak akan pernah selesai menulis skripsi kalo saya tidak cinta. Kecintaan terhadap bukan hanya terhadap nulisnya tetapi materi yang sedang saya olah, itu akan mendorong saya untuk semangat terus mengolah, terus mengembangkan, syukur syukur ya menjadikan itu sebuah buku.

Ketiga, yang menurut saya penting juga, pilihlah tema yang Anda mampu. Jangan mencari tema-tema yang sulit-sulit yang di luar kemampuan kita, itu malah akan menyulitkan kita sendiri dan cepat bosen. Tapi kalo kita milih tema yang kita mampu, walaupun tema itu sederhana tapi kalo inspiratif tetap akan berarti untuk orang lain kok. Orang lain itu tidak muluk-muluk sebenarnya harapannya, tapi dicerahi dari kehidupannya sehari-harinya itu akan membantu kita. Jadi pilihlah persoalan-persoalan yang tidak jauh dari kita, kita tidak bisa memberikan sesuatu yang di luar kemampuan kita, dan itu akan capek atau bahkan cepat bosan. Maka dengan menulis apa yang kita mampu, tetapi mampu memberikan inspirasi dari hal-hal yang sederhana yang biasa, itu akan memberi inpirasi bagi orang lain.

Keempat, membaca buku-buku itu penting, akan memberi inspirasi tambahan. Ya bisa membaca buku, bisa mendengarkan berita, bisa omong-omong dengan orang lain, itu inspirasi-inspirasi yang akan memperkaya kita di dalam tulisan. Sebelum dibaca orang lain, bacalah untuk diri sendiri, apakah memberi inspirasi atau tidak. Kalau itu bagi diri sendiri memberi sesuatu, umumnya bagi orang lain juga memberi sesuatu.



Rm. FX. Sugiyana, Pr dan Bapak Purwantara
(Manajer Penerbitan Penerbit-Percetakan Kanisius)

 

 

*eas_t*