Benar-Benar Menggemaskan
Entah sejak kapan ini terjadi, namun seingat saya, sejak kecil saya memang senang dengan permainan. Alasan kesenangan saya terhadap permainan boleh dibilang cukup sederhana, yaitu karena situasi hidup saya. Saya lahir di sebuah desa kecil bernama Gentawangi. Desa saya benar-benar kecil sampai di peta pulau Jawa sebuah titik pun tidak pantas untuk mewakilinya. Saat saya lahir di tahun 1984, hanya suara jangkrik dan katak di kala hujan yang menenami gelapnya malam. Listrik masih sangat jarang dan cenderung mahal. Televisi hitam putih hanya untuk keluarga ningrat dan radio bisa dimiliki oleh keluarga setengah ningrat, itu pun dengan batu baterai yang cepat habis. Dalam keadaan seperti itu hiburan satu-satunya bagi kami adalah PERMAINAN.
Hampir setiap hari (kecuali bila sedang hujan-karena sangat menyeramkan, heheheheee) saya dan teman-teman selalu bermain. Waktu yang kami gunakan untuk bermain dari sekitar pukul empat sore hingga setengah enam. Lalu kami masuk rumah, ada mandi, ada makan dan secuil belajar, hehehe. Kemudian setelah sendekala (waktu setelah adzan mahgrib selesai, sekitar pukul setengah tujuh malam) permainan dilanjutkan lagi hingga kurang lebih pukul sembilan malam. Ketika sendekala kami berhenti bermain selain karena kami mesti mandi untuk menghilangkan bau badan juga (konon katanya) waktu sekitar itu banyak setan berkeliaran. Hiiihhhh serem yaaaa.... Kami takut kalau di antara kami ada yang digondol Wewe. Beberapa permainan yang kami mainkan rasanya terdapat juga di daerah lain seperti petak umpet, gobag sodor, sigog, PPO, kereta-keretaan, litong-litongan dll. Beberapa nama dari permainan yang saya sebutkan pasti terkesan lucu dan aneh namun demikianlah kami menamainya.
Jiwa bermain memang tidak hilang dalam diri saya sekali pun semakin waktu ada banyak bentuk hiburan yang disajikan oleh dunia seperti televisi, radio, internet, game, sepeda, sepeda motor dan lain-lain. Hanya saja karena banyak hal itu, lambat laun saya sangat jarang memainkan permainan-permainan yang saya sebutkan di atas. Alasan kedua adalah karena kami yang bertumbuh semakin besar dan semakin banyak kewajiban dan tugas yang mesti kami kerjakan. “Puji Tuhan” kalau boleh dibilang demikian, kesenangan dalam bermain justru mengantar saya dalam memberikan pendampingan kepada orang lain. Kurang lebih sejak tahun dua ribu empat (2004) saya banyak diminta oleh Romo atau Frater untuk menemani mereka dalam mendampingi retret atau rekoleksi, entah itu untuk anak SD, SMP, SMA, atau teman-teman Mahasiswa serta Umat. Beberapa peserta yang pernah saya dampingi berasal dari daerah Istimewa Yogyakarta, Purwokerto, Tegal dan Jakarta serta beberapa tempat yang lain. Dasar untung, permainan yang dulu digunakan untuk menghibur kini telah membantu saya dalam mengisi pundi-pundi dompet saya. Yaaahhh lumayanlah bisa untuk beli susu buat anak, hehehehe.
Pengalaman demi pengalaman dalam memberikan pendampingan membuat saya mengenal dan menemukan permainan-permainan yang pas dalam pendampingan. Beberapa permainan memang saya pelajari dari teman-teman pendamping yang lain namun beberapa lagi hasil modifikasi dan hasil dari pemikiran saya sendiri. Nah, karena tidak ingin permainan itu hilang begitu saja, seperti permainan-permainan dari masa kecil saya yang semakin punah, maka saya membukukan permainan-permainan itu dalam sebuah tulisan. Dan kebetulan tulisan itu berkenan diterbitkan Kanisius dengan judul ‘40 Permainan Menggemaskan’. Apa yang menarik dari permainan yang saya bukukan, apa yang beda dari buku yang lain dan apa yang menggemaskan dari permainan yang saya sajikan, silahkan Teman-teman temukan sendiri dalam buku terbitan Kanisius yang berjudul ‘40 Permianan Menggemaskan’ itu. Sekalian biar buku saya dibeli, hehehehe. Memang rejeki tidak akan ke mana. Sedang menuliskan pengalaman ini, eehhhh hp berbunyi tanda ada sms masuk. Setelah dibuka, ternyata sms dari seorang Romo “vid gelem ngisi rkoleksi ra? Tgl 24-25 n 27-28 sesuk.” Puji Tuhan lagi dech.... amin. Memang permainan itu menggemaskan, hehe.
Yogyakarta, 23 Januari 2012
David Lu




Usia-Usia Penuh Kejutan
Aku Sayang Mama, I Love My Mommy
Allah Menyembuhkan
INSPIRASI BATIN 2011 JILID 2: Renungan SepanjangTahun 