Inspirasi Hari Ini

  • Jika Bukan Tuhan

     

     

    Inspirasi menarik datang dari film serial Tru Calling(2003) yang diproduksi oleh perusahaan Fox. Film serial tersebut menceritakan tentang seorang gadis Tru, diperankan oleh Eliza Dushku, yang bekerja di kamar jenazah dengan seorang temannya bernama Davis.

     

    Setiap episode selalu diceritakan, bagaimana Tru mendapat firasat mengenai nasib orang-orang yang akan mati. Orang-orang itu lebih dahulu muncul dalam mimpinya, dengan latar belakang yang menjadi alasan kematiannya, misalnya karena kecelakaan lalu lintas, karena bunuh diri, atau ditembak oleh orang lain. Atas dasar mimpinya ini, Tru dengan kakaknya mencari alamat orang-orang itu dan mencegah agar peristiwa-peristiwa itu tidak terlanjur terjadi.

     

    Meskipun Tru dan kakaknya berhasil mencegah kejadian-kejadian itu, namun pada akhirnya, orang-orang itu ternyata mati juga dengan cara lain yang di luar dugaannya dan masuk dalam kamar jenazah tempat ia bekerja. Film serial ini bisa memberi satu pelajaran yang baik, bahwa meskipun kita tidak bisa mencegah datangnya nasib buruk, namun kalau mengetahui kemungkinan terjadinya hal itu, kita harus membantu mencegahnya.

     

    Ada orang yang kemudian menjadi sombong karena berhasil membantu orang lain, tetapi sebaliknya ada pula orang yang skeptis untuk menolong sesamanya. Entah karena  dia sendiri merasa tidak mampu, atau kurang percaya bahwa bantuannya bisa mengubah nasib orang lain itu. Kedua sikap ini adalah sikap yang keliru, Dokter dan penyembuh alternatif yang beriman akan selalu mengatakan, “Kami berusaha, tetapi Tuhanlah yang menyembuhkannya. Kami hanyalah alat-alatnya saja.”

     

    Sikap seperti ini tidak membuat sombong dan bisa menerima dengan rendah hati apabila upayanya gagal, sebab menurut keyakinan mereka, kehendak Tuhanlah yang pada akhirnya akan terjadi. Seperti layaknya kehidupan bersama dalam keluarga dan masyarakat, meski dari segi kemampuan peran kita terkadang amat kecil atau bahkan tak bisa diperhitungkan untuk mengubah situasi, namun kita senang dan ikut gembira dalam berpartisipasi. Tuhan Yang Mahakuasa Dialah yang melakukan segalanya dan kita hanya peserta yang tak berarti, namun diikutsertakan dalam keterlibatan yang kita sadari.

     

    Teks diambil dari buku “Masih Ada Orang Baik Di Sekitar Kita", A. Sudiarja, S.J., Kanisius, 2014.