Inspirasi Hari Ini

  • The Butterflies

     

     

    “Pergilah menuju tempat di mana kau tak dapat pergi, menuju yang tak mungkin. Itulah satu-satunya jalan pergi atau datang”
    (Jacques Derrida, “The Prayers and Tears of Jacques Derrida: Religion without religion”)

     

    “The Time of Butterflies” adalah judul sebuah film yang pernah diputar oleh kelompok JFK “Jakal Film Kommunity”. Film  “The Time of Butterflies” sendiri digarap dari novel dengan judul yang sama karya Julia Alvarez. Ayah Julia Alvarez termasuk salah satu dari mereka yang berusaha menggulingkan Trujillo. Kesaksian sejarah, semacam “oral history”  dari mereka yang pernah bersama-sama dengan Mirabal bersaudara menggerakkan Julia Alvarez untuk menulis-kenangkan kisah perjuangan mereka ini.

     

    Sebagai sebuah karya seni, film yang diproduksi pada tahun 2001 dan memperoleh penghargaan ALMA 2002 untuk akting cemerlang Salma Hayek. Salma yang memerankan Minerva Mirabal sungguh berhasil menyuguh-tampilkan sketsa muram-kejam sebuah kekuasaan dictator yang meninggalkan prinsip-prinsip moral sekaligus menampak-nyatakan denyut penuh perjuangan gerakan bawah tanah para aktivis.

     

    Film yang disutradarai Mariano Barosso ini berkisah tentang perjuangan nyata Minerva Mirabal dan saudara-saudarinya yang terlibat dengan gerakan revolusioner bawah tanah di Republik Dominika. Gerakan Mirabal bersaudara ini merupakan perlawanan terhadap rezim diktator Rafael Trujllo (1930-1961) yang menebarkan ras takut di antara rakyat Republik Dominika kala itu.

     

    Pada tanggal 14 Juni 1960 , Minerva Mirabal dan 2 saudara perempuannya Maria Teresa Mirabal dan Patria Mirabal bergabung dengan Gerakan 14 Juni yang diketuai oleh Manolo. Mereka bertiga kemudian dikenal sebagai “Las Miraposas” (para kupu-kupu). Nama sandi “Las Miraposas” menjadi sebuah simbol keikutsertaan aktif kaum perempuan dalam pergerakan politik melawan kediktatoran. Mereka kerap menjalin komunikasi, koordinasi dan kolaborasi di tengah kelas pekerja Dominika dan beberapa pastor paroki setempat yang concern pada gulat-geliat perjuangan mereka.

     

    Gerakan revolusi ini pada akhirnya bocor ke telinga pemerintah rezim “El Jefe”. Hingga berujung pada penangkapan dan penahanan para aktivis di penjara yang memiliki fasilitas penyiksaan paling lengkap di Republik Dominika, La Cuarenta. Penangkapan dan penyiksaan kepada para aktivis muda ini menyulut kemarahan rakyat Republik Dominika. Mereka menuntut pembebasan para tahanan politik. Dunia Internasional juga menyampaikan kecaman-kecaman keras. Karena tekanan bertubi-tubi inilah Trujillo kemudian membebaskan para tahanan perempuan. Gerakan melawan rezim “El Jefe” semakin meluas di kalangan rakyat. Trujillo menaruh dendam pada Minerva Mirabal dan berniat membunuh Minerva Mirabal bersaudara.

     

    Pada 25 November 1960, Patria, Minerva dan Maria Teresa Mirabal yang sedang dalam perjalanan menuju Puerro Plata tempat suami Patria dan Minerva ditahan di penjara La Cuarenta, Jeep yang mereka tumpangi dihentikan paksa oleh antek-antek Trujillo.

     

    Apa yang saat itu terjadi? Seperti yang terungkap dalam pengakuan Ciriaco De La Rosa (salah satu pembunuh yang diutus oleh Trujillo) yang direkam dalam “Encyclopedia Dominica 1997, CD ROM” Jenazah Mirabal bersaudara dikumpulkan di sepanjang sisi jalan mendaki antara Puerto Plata dan Santiago. Mobil Jeep mereka sendiri didorong ke dalam jurang, untuk membuatnya seakan-akan sebagai sebuah kecelakaan. Waktu tragedi pembunuhan itu terjadi, Patria berusia 36 tahun, Minerva berusia 34 tahun, dan Maria Teresa yang paling termuda berusia 24 tahun.

     

    Satu hal yang pasti: Mirabal bersaudara menjadi simbol perjuangan kaum feminis paling popular di negeri-negeri Amerika Latin. Bahkan, kisah Mirabal bersaudara dimasukkan ke dalam buku-buku teks pelajaran sejarah Dominika. 25 November diperingati sebagai “Hari Peringatan Menentang Kekerasan Terhadap Perempuan Amerika Latin”. Hal ini dideklarasikan pada “Feminist Encuentro for Latin America and the Carribean”(Konferensi kaum feminis di negara-negara Amerika Latin dan Karibia), yang diadakan pertama kali di Bogota, Kolombia, pada tanggal 18-21 Juli 1981.

     

    Pada peringatan Hari Perempuan Internasional, 8 Maret 1997, dibuatlah sebuah mural pada tugu batu setinggi 137 kaki, digelar-pentaskan sebagai karya seni untuk mengingat perjuangan Mirabal bersaudara. Hal ini juga menunjukkan kemenangan politik atas gender karena disinilah kaum perempuan diakui sebagai bagian penting dalam sejarah pembebasan dengan “tinta” dan “darah”. Majelis umum PBB akhirnya juga menyatakan tanggal 25 November (tanggal pembunuhan Mirabal bersaudara) sebagai “Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan”.

     

    Teks diambil dari buku "28 Her Story, Sketsa Spiritualitas Perintis", Jost Kokoh Prihatanto, Pr, Kanisius, 2012.

    Ilustrasi gambar diambil dari harisj