Inspirasi Hari Ini

  • Jalan bersama Yesus adalah jalan salib

     

    Malang bagi Simon dan kawan-kawannya yang sudah sepanjang malam bekerja keras menjala ikan, tetapi tidak berhasil menangkap seekor pun. Saat itulah Yesus hadir dan menyuruh Simon bertolak ke tempat yang dalam untuk menebarkan jalanya. Meski usaha itu, seturut pengalaman  nelayan, tiada harapan, karena malam baru saja berlalu dan sudah dekat pantai, tetapi Simon berkata: “Karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Inilah gambaran kebesaran jiwa Simon dan imannya kepada Yesus. Biarpun kecewa karena sudah berjuang semalaman dan tidak mendapatkan ikan, tetapi ia siap sedia melakukan perintah Yesus. Dengan menuruti perintah-Nya, sebenarnya Simon sudah menjadi murid Yesus dan sikap itulah yang memungkinkan terjadinya keajaiban. Maka, ia dapat menangkap sejumlah besar ikan hingga jalanya mulai koyak, sehingga kawan-kawannya datang membantu, lalu mengisi kedua perahu mereka penuh dengan ikan hingga hamper tenggelam. Keajaiban itu membuka mata Simon terhadap pernyataan Kuasa Ilahi dan tanda hadirnya Yang Mahakudus, sehingga ia menyadari dirinya betapa tidak pantas, “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” Kata Yesus kepadanya, “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”

     

    Yesus datang untuk memanggil orang-orang berdosa agar mereka bertobat. Simon menyambut panggilan Yesus itu dengan mengikuti-Nya dan menjadi murid-Nya. Artinya mendampingi-Nya, ambil bagian dalam karya-Nya, dan menjadi senasib dengan-Nya. Mulailah tahap baru bagi Simon untuk menjadi penjala manusia bagi Kerajaan Allah dengan umpan sabda Allah. Karena itu, sebagai pengikut Kristus sudah seharusnya kita rela berkorban dan setia memanggul beban salib.

     

    Jalan bersama Yesus adalah jalan salib

    Teks diambil dari buku Inspirasi Batin 2015 Jilid 3 (September-Desember) halaman 13