Inspirasi Hari Ini

  • Kebaikan Selalu Bertahan




    Pernah membaca “Catatan Harian Anna Frank”? Sebuah buku yang ditulis oleh seorang gadis remaja, yang selama hampir dua tahun terpaksa mengurung diri bersama keluarganya di sebuah bilik dari sebuah apartemen di kota Amsterdam. Alasannya, karena tentara Nazi Hitler yang menguasai Belanda waktu itu mencari-cari orang Yahudi untuk ditahan dan dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi. Ketika Margot, kakak Anna mendapat surat dari penguasa Jerman yang menduduki Belanda, untuk menghadap ke markas tentera, pada saat itulah Otto Frank, ayah kedua anak itu memutuskan untuk bersembunyi. Persiapannya serba kilat, barang-barang yang mereka bawa hanya sejauh yang mungkin dibawa tanpa menimbulkan curiga. Dalam “Catatan Harian” itu Anna sempat bercanda, bagaimana dia harus memakai pakaian berangkap-rangkap seolah mau pergi ke kutub, sampai nyaris tercekik, hanya supaya bisa membawa banyak pakaian tanpa harus mengangkat kopor.


    Pengalaman Anna selama dua tahun yang mengharukan, jenaka, kadang jemu dan duka, kadang ceria dan optimis, semuanya dapat dibaca dalam buku tersebut. Pernah dia menguakkan korden jendela dari apartemen itu dan menyaksikan peristiwa yang menyedihkan di jalan, tatkala sebuah keluarga Yahudi digelandang oleh dua tiga tentera Nazi, dengan anak kecil yang menangis dan orang tuanya yang berjalan terhuyung-huyung karena didorong-dorong dengan senjata. Anna lalu membayangkan, betapa banyak orang sebangsanya yang menderita karena kekuasaan Nazi, sementara dia sendiri merasa aman dalam perlindungan. Ia seperti mau memberontak terhadap kenyataan ini, terhadap nasibnya sendiri yang sedang

    beruntung. Akan tetapi sampai berapa lama ia bisa bertahan dalam persembunyiannya itu? Namun di tengah kenyataan pahit berkuasanya kejahatan atas kebaikan itu, Anna menyirakan optimisme tatkala ia menulis: “Sungguh mengherankan bahwa aku tidak melepaskan idealku, karena tampaknya absurd dan mustahil diwujudkan. Namun aku tetap bertahan, karena meski bagaimanapun juga aku tetap yakin bahwa orang pada dasar hatinya mereka baik ...”

    Pada tanggal 4 Agustus, 1944 polisi Jerman yang mengetahui persembunyian keluarga ini mulai mendobrak tempat itu dan membawa seluruh penghuninya, termasuk dua orang Belanda yang menyediakan tempat itu bagi mereka. Semua barang berharga ikut disita dan dibawa pergi. Namun yang menarik, justru “catatan harian” si gadis remaja Anna tidak dibawa pergi dan terserak di lantai begitu saja. Miep dan Elli, sahabat yang banyak membantu keluarga ini akhirnya menemukan kertas-kertas berharga itu dan menyelamatkannya, hingga bisa diterbitkan beberapa tahun kemudian. Peristiwa ini menjadi pertanda, betapapun kejahatan berkuasa di dunia, hal-hal yang baik ternyata mampu bertahan dan menyelinap melalui jalan-jalan yang sederhana, sehingga dapat dilanjutkan bagi telinga dan hati yang sedia mendengarkannya.

    Teks diambil dari buku Seri Remah-Remah Rohani: Menemukan Tuhan dalam Segala, A. Sudiarja, S.J., Kanisius, 2014.