Membawa Damai Bagi Bumi
.jpg)
Ingatlah, damai apa pun yang kita bawa bagi bumi harus mulai di sebidang kecil bumi tempat kita berdiri.
Pertama-tama, tenangkanlah perasaan-perasaan dalam hati kita sendiri.
Pancarkanlah secara sadar dari hati, sinar-sinar kedamaian ke dalam dunia sekitar kita.
Ke mana pun kita pergi, kelilingi diri dengan aura kedamaian. Berjalanlah dengan sadar dalam sinar itu.
Sentuhlah orang lain setiap hari dengan tongkat sihir kedamaian batin kita.
Kurangilah hidup di pinggiran diri; lebih hiduplah di pusat hati.
Sentuhlah orang lain pada pusat mereka, dengan menjangkau mereka melalui jembatan sinar dari hati kita sendiri.
Berpikirlah akan kedamaian bila menatap ke dalam mata orang.
Pancarkan kedamaian ke dalam dunia dengan memancarkan secara sadar pengaruh yang menenangkan melalui suara kita.
Biarlah setiap gerakan kita merupakan ungkapan kedamaian dan keselarasan batin kita.
Sadarilah bahwa kedamaian, bila diungkapkan, sumbernya bukan dalam diri kita, melainkan dalam Ketakterbatasan.
Pahamilah bahwa kedamaian yang sejati tidak pernah pasif; bahwa, seperti hujan yang menyuburkan, kedamaian batin menopang hidup apa pun yang disentuhnya.
Carilah, di mana pun yang mungkin, pokok-pokok pembicaraan yang dapat disetujui oleh kita dan orang lain.
Jangan pernah mencoba menciptakan kedamaian dengan mengorbankan asas-asas yang benar dan luhur.
Jangan pernah meletakkan kemanfaatan di atas kebenaran.
Pahamilah bahwa kasih adalah kebenaran yang tertinggi, asas yang terluhur.
Nyalakanlah lilin kebaikan dalam hati, bilamana dirasa perlu mengoreksi seseorang. Kemudian, pada waktu berbicara, peganglah kuat-kuat lilin itu di hati.
Ampunilah siapa pun yang pernah berbuat salah kepada kita. Ya, jika kita tidak dapat memberikan damai kepada mereka, bagaimana kita akan memberikan damai kepada orang-orang lain yang hidupnya tidak pernah menyentuh hidup kita?
Jangan menuntut agar orang lain hidup seperti yang kita yakini bagaimana seharusnya. Hiduplah secara sederhana menurut kepercayaan-kepercayaan sendiri.
Camkanlah bahwa dunia adalah apa adanya semata-mata. Dan demikian kecilkah dunia itu sehingga kita bermaksud mengubahnya secara radikal? Hiduplah dalam damai dengan diri sendiri, jika akan membawa damai kepada satu orang manusia yang lain sekalipun.
Ingatlah bahwa janji damai sejahtera turun ke bumi dari surga. Tidak pernah merupakan pemberian dari pemerintah mana pun.
Renungkan bahwa kedamaian bukan berasal dari kemenangan lahir, melainkan dari kemenangan batin.
Renungkan bahwa satu gagasan saja tetapi yang diilhami kedamaian dan mengilhamkan kedamaian lebih berdaya kekuatan bagi kedamaian daripada seribu slogan yang diteriakkan.
Lebih utamakan memelihara kedamaian dalam hati daripada melakukan hal-hal kecil yang sangat menyita perhatian kita setiap hari.
Terimalah bahwa menciptakan kedamaian bukan pekerjaan orang lain saja: Itu tanggung jawab setiap kita.
Jangan menunggu masa depan membawa damai bagi kita. Hiduplah dengan damai sekarang ini. Kemudian kembang luaskan kedamaian itu dari hari ke hari selagi kita hidup memasuki masa depan.
Hiduplah hari ini dengan baik dan berbudi mulia, dengan gagasan-gagasan yang semanak kepada semua orang.
Buanglah hasrat-hasrat egois, dan dengan demikian tegakkanlah kedamaian dan kebebasan dalam hati kita sendiri.
Lebih percayalah kepada Hukum Ilahi daripada hukum manusia.
Hiduplah menurut semangat hukum Allah, bukan sekadar menurut hurufnya.
Berdoalah setiap hari bagi perdamaian dunia – bukan sebagai akhir perselisihan dan pertengkaran semata-mata, melainkan sebagai menyingsingnya fajar Kasih Ilahi di atas bumi.
Teks diambil dari buku Secrets of Life, Rahasia-Rahasia Kehidupan, J. Donald Walters, Kanisius, 1997
Ilustrasi diambil dari east.pics